Penulis Cerita : Pak Buyung

Mimpi Religius

Mimpi Religius

Kampunglucu.com – Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan pastur dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling relijius. Tidurlah mereka. Pagi harinya, saat bangun, pastur bercerita: “Aku bermimpi melihat kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang […]

» Baca Ceritanya...

Aku Rasa Engkau Benar

Aku Rasa Engkau Benar

Kampunglucu.com – Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar: “Aku rasa engkau benar.” Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar: […]

» Baca Ceritanya...

Api

Api

Kampunglucu.com – Hari Jum`at itu, Nasrudin menjadi imam Shalat Jum`at. Namun belum lama ia berkhutbah, dilihatnya para jamaah terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian tertidur dengan lelap. Maka berteriaklah Sang Mullah, “Api ! Api ! Api !” Segera saja, seisi masjid terbangun, membelalak dengan pandangan kaget, menoleh kiri-kanan. Sebagian ada yang langsung bertanya, “Dimana apinya, Mullah ?” Nasrudin meneruskan khutbahnya, seolah tak acuh […]

» Baca Ceritanya...

Pesuruh Rakyat

Pesuruh Rakyat

Kampunglucu.com – Kebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah. “Menjauhlah engkau, hai mullah!” teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya] “Mengapa ?” tanya Nasrudin. “Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini sedang berlangsung pembicaraan penting. […]

» Baca Ceritanya...

Kera Tahan Bau Nasruddin

Kera Tahan Bau Nasruddin

Kampunglucu.com – Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak senang. “Apa makanannnya?” tanyanya. “Sama dengan yang kita makan”, jawab istrinya. “Dimana kera itu akan tidur?” “Di tempat tidur kita, bersama kita.” “Bersama kita? Baunya bagaimana?” “Kalau saya saja betah dengan bau itu, saya kira kera juga tahan”. By Kampunglucu.com ARTIKEL TERKAIT Yang tersulit (Cerita Sufi Nasrudin […]

» Baca Ceritanya...

Nasrudin Pemungut Pajak

Nasrudin Pemungut Pajak

Kampunglucu.com – Pada masa Timur Lenk, infrastruktur rusak, sehingga hasil pertanian dan pekerjaan lain sangat menurun. Pajak yang diberikan daerah-daerah tidak memuaskan bagi Timur Lenk. Maka para pejabat pemungut pajak dikumpulkan. Mereka datang dengan membawa buku-buku laporan. Namun Timur Lenk yang marah merobek-robek buku-buku itu satu per satu, dan menyuruh para pejabat yang malang itu memakannya. Kemudian mereka dipecat dan diusir […]

» Baca Ceritanya...

Nasrudin Memanah

Nasrudin Pemungut Pajak

Kampunglucu.com – Sesekali, Timur Lenk ingin juga mempermalukan Nasrudin. Karena Nasrudin cerdas dan cerdik, ia tidak mau mengambil resiko beradu pikiran. Maka diundangnya Nasrudin ke tengah-tengah prajuritnya. Dunia prajurit, dunia otot dan ketangkasan. “Ayo Nasrudin,” kata Timur Lenk, “Di hadapan para prajuritku, tunjukkanlah kemampuanmu memanah. Panahlah sekali saja. Kalau panahmu dapat mengenai sasaran, hadiah besar menantimu. Tapi kalau gagal, engkau harus […]

» Baca Ceritanya...

Keberhasilan Terhebat

Keberhasilan Terhebat

Kampunglucu.com – Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, “Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?” “Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya,” kata Nasruddin. “Apa itu?” “Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya.” By Kampunglucu.com ARTIKEL TERKAIT […]

» Baca Ceritanya...

Di Mana Aku Duduk

Di Mana Aku Duduk

Kampunglucu.com – Dalam sebuah pertemuan para Sufi, Nasrudin duduk di deretan paling belakang. Setelah itu ia mulai melucu, dan segera saja orang-orang berkumpul mengelilinginya, mendengar dan tertawa. Tak seorang pun yang memperhatikan Sufi tua yang sedang mencari pelajaran. Ketika pembicara tak bisa lagi mendengar suaranya sendiri, ia pun berteriak: “Kalian semua harus diam! Tak seorang pun boleh bicara sampai ia duduk […]

» Baca Ceritanya...

Sama Rata Sama Rasa

Sama Rata Sama Rasa

Kampunglucu.com – Seorang filosof menyampaikan pendapat, “Segala sesuatu harus dibagi sama rata.” “Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan,” kata seorang pendengar yang skeptik. “Tapi pernahkah engkau mencobanya ?” balas sang filosof. “Aku pernah,” sahut Nasrudin, “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan.” “Bagus sekali,” kata sang filosof, “Dan bagaimana hasilnya ?” “Hasilnya ? […]

» Baca Ceritanya...
1 2 3 22