Cahyono, Seorang Aktor dan Pelawak Asli Indonesia

Cahyono, Seorang Aktor dan Pelawak Asli Indonesia

Cahyono, Seorang Aktor dan Pelawak Asli Indonesia

Kampunglucu.com – Cahyono atau Tjahjono, merupakan pelawak yang lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada 26 Desember 1951 adalah seorang aktor dan pelawak asli Indonesia. Ia dilahirkan dari keluarga muslim dimana ayah dan ibunyapun beragama Islam. Ketika kecil Cahyono pun beragama Islam. Sampai pada usia 6 tahun, oleh orang tuanya Cahyono dimasukkan ke Sekolah Dasar Katolik.

karena bersekolah di Sekolah Dasar Katolik dan belajar mengenai ketuhanan Yesus dan Bunda Maria, dimana pelajaran itu kalau sudah masuk ke dalam pikiran anak-anak, luar biasa pengaruhnya. Demikianlah yang ia rasakan saat itu.

Tanpa sadar ia menjalani hidup sebagai orang Kristen. Mulai dari cara berdoa sebelum makan, cara sembahyang dan lain sebagainya. Pada akhirnya ia dibaptis dengan nama Paulus Tjahyono. Dengan demikian resmilah ia menjadi umat Katolik.

Sejak SMP, bakat lawaknya sudah tampak. Karena itu, ia banyak disukai teman-teman. Mereka betah berkawan dan mendengarkannya melawak. Sesekali grup lawaknya walaupun masih amatiran manggung di tempat-tempat pertunjukan kampung atau sekolah.

Untuk mengembangkan bakatnya, pada usia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1972, ia hijrah ke Jakarta. Cahyono mengatakan ‘hijrah’ bukan pindah, karena di Jakarta ia menemukan kembali agamanya. Di sini ia bergabung dengan group komedi Jawa Timur.

Dua tahun kemudian ia bertemu dengan Jojon yang saat itu aktif di group kesenian Jawa Barat. Dari hasil bincang-bincang, mereka bersepakat membentuk group lawak dengan nama Jayakarta Group. Bersama dengan Uuk, almarhum Joni Gudel, dan Jojon, ia manggung untuk pertama kalinya di Jakarta Fair.

Menurut Cahyono kerjasama ini tidak hanya didasarkan pada kepentingan bisnis semata, namun lebih diwarnai suasana kekeluargaan. Karena itu, jika di luar pentas, mereka seperti layaknya keluarga sendiri.

Cahyono berjuang keras menjalani karirnya. Ia malang-melintang di berbagai tempat dari Taman Ria Ancol sampai grupnya muncul di TVRI tahun1978. Saat itulah awal naiknya karier Cahyono.

Perjuangan Cahyono tidak berhenti sampai disitu, satu per satu anggota pelawak Jayakarta Grup meninggal dunia, Hasanuddin alias U’u dan Suprapto alias Esther. Sedangkan si kumis Chaplin, Jojon, keluar dari grupnya untuk bersolo-karier sampai bebas bermain di mana saja dan dengan siapa saja.

Kendati begitu hal tersebut tidak membuat Cahyono patah semangat, ia bertekad terus eksis dalam dunia lawak yang pernah melambungkan namanya di sekitar era tahun 70-80-an. Ia terus melawak, bukan dengan Jojon tapi dengan pelawak-pelawak lain.


ARTIKEL TERKAIT