Desta, Komedian dari Band Clubeighties

Desta, Komedian dari Band Clubeighties

Desta, Komedian dari Band Clubeighties

Kampunglucu.com – Deddy Mahendra Desta atau lebih dikenal Desta, lahir di Solo, 15 Maret 1977. Ia merupakan cucu dari Asmaraman S. Kho Ping Hoo, penulis cerita silat terkenal Indonesia asal Jawa Tengah. Ia terlahir dengan orang tua yang berbeda agama, Ayahnya yang dikenal dengan sebutan Om Tembong ini memeluk islam dan ibunya memeluk agama Kristen.

Sejak kecil Desta termasuk anak yang aktif dan nakal plus penakut. Akan tetapi kenakalannya tak membuat Desta mendapatkan mas alah karena masih dalam taraf wajar. Kecintaannya terhadap dunia musik mulai terbentuk sejak Ia kecil.

Pengalaman bermusiknya terbentuk dari dunia anak jalanan. Karenanya tak asing jika penampilannya pun apa adanya. Dari mulai remaja prinsipnya dalam berpenampilan adalah yang penting bersih. Kulit bersih, seger, enggak bau apek, rambut enggak kusut, lepek atau ketombean.

Waktu kuliah Ia sering menjadi aktor cabutan untuk tugas kuliah temannya, dan ini yang menjadi pengalam pertamanya beracting. Namun ternyata hal ini malah membuatnya terjebak dengan image komedian yang menempel pada dirinya.

Karirnya mulai terus berkembang, ketika menjadi drummer band Clubeighties bersama Vincent Rumpies sahabatnya. Hingga akhirnya Ia mulai mendapat kesempatan merambah ke dunia hiburan lainnya. Bersama Ari Dagienkz ia membawakan acara Putusss di Radio Prambors yang disiarkan setiap pagi.

Setelah itu ia juga sempat menjadi presenter acara MTV Bujang, bersama rekan satu bandnya, Vincent, yang dianggap kontroversial. Namun bakat pria kelahiran Solo, 15 Maret 1977 ini tidak sampai berhenti disitu, ia dipercaya untuk menjadi presenter acara H2C (Harap-Harap Cemas) bersama Ari Dagienkz kembali.

Terlepas dari pekerjaannya sebagai drummer, dan presenter, Desta pun mulai mencoba dunia film. Di tahun 2006 bersama Arie Dagienkz, Desta bermain di film Garasi produksi Miles Production sebagai penjaga toko kaset. Lalu di tahun 2007 ia kembali bermain di film besutan Hanung Bramantyo, Get Married bersama Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir. Kebanyakan film yang Ia bintangi bertema komedi, Ia pun sangat menginginkan suatu peran dengan karakter serius, dan ingin mencoba bermain di film garapan Joko Anwar.

Tak hanya dunia layar lebar dan komedi, Desta juga pernah beberapa kali ikut teater, antara lain Bawang Merah Bawang Putih, dan sempat terlibat dalam pagelaran teater yang diselenggarakan oleh anak-anak KBRI di Singapura. Setelah mengundurkan diri dari Clubeighties, Desta membentuk The Cash bersama rekannya di Clubeighties, Vincent Ryan Rompies dan pemain film sekaligus pelawak Tora Sudiro dan merilis single berjudul Diet pada tahun 2009.

Tak lama berkabung, Desta pun kembali bangun dan menjalankan aktifitas keartisannya dengan baik. Bahkan Desta baru-baru ini telah merasakan kursi sutradara lewat film independen berjudul Di Burger Bacem, dalam kegiatan yang dirancang bersama LA Lights dan SET Film Workshop.

Meski telah menggarap film, Ia cenderung lebih suka untuk berada di depan layar dibandingkan harus menjadi sutradara yang tingkat kesulitannya lebih besar. Seperti yang diungkapkannya, dengan menjadi sutradara ia harus memikirkan semua proses produksi. tapi ke depannya ia tidak menutup kemungkinan untuk duduk di kursi sutradara kembali.


ARTIKEL TERKAIT