Kisah Sukses Aziz Gagap, Dengan Kegagapannya

Kisah Sukses Aziz Gagap, Dengan Kegagapannya

Kisah Sukses Aziz Gagap, Dengan Kegagapannya

Kampunglucu.com – Muhammad Azis (lahir di Jakarta, 22 Desember 1973; umur 41 tahun dikenal luas dengan nama Azis Gagap) adalah pelawak dan pemeran Indonesia. Nama Aziz ‘gagap’ tiba-tiba saja melambung. Lewat program Opera Van Java, mantan tukang listrik ini kian sukses di ranah komedi.

Bahkan popularitasnya itu melebihi Nur ‘Tompel’ yang dulu juga berlakon gagap saat melawak. Azis Gagap menjalani lika liku hidup, ISTILAH hidup bak roda berputar agaknya tidak bisa dibantah. Ada waktunya seseorang berada di puncak popularitas, kemudian jatuh bangkrut dan miskin. Begitu juga sebaliknya. Banyak orang miskin tiba-tiba menjadi orang kaya dalam waktu singkat.

Aziz Gagap semula bekerja sebagai pemain lenong. Sejak 1991 menekuni seni lenong dan jasa badut, hidupnya tidak pernah berubah. Bagaimana tidak, penghasilannya dari melenong dan membadut hanya Rp15.000 sehari. Kemudian Aziz memutuskan berhenti membadut dan bekerja sebagai pemasang listrik di berbagai proyek perumahan.

Lima tahun lamanya, Aziz menggantungkan hidupnya dari hasil bekerja sebagai tukang listrik. Baru pada 1998, setelah bertemu dengan grup lawak senior Bagito dirinya mulai kembali ke panggung komedi. Namun kali ini tidak melenong, melainkan terjun ke dunia lawak.

Ketika tampil di TVRI, Aziz berniat serius menekuni dunia lawak. Di situ pula dia mendapatkan tawaran memerankan peran gagap seperti yang kini dilakoninya.
Setelah itu Aziz kerap diajak Bagito menjadi bintang tamu dalam setiap pementasan. Tidak hanya di Bagito, grup lawak Patrio pun ikut menggaetnya dalam setiap tampil di televisi sebagai bintang tamu. Dari sana, Aziz mulai sering tampil di layar kaca.

Untuk menambah penghasilannya, Aziz juga merangkap sebagai tim kreatif dan pengatur laku. Dalam suatu kesempatan ada temannya bernama Miang menanyakan keseriusan dirinya ingin menjadi pemain atau penulis cerita. “Akhirnya saya putuskan untuk menjadi pemain. Main di Tawa Sutra dan di TVRI. Alhamdullilah, dari situ saya mendapat tawaran, sampai akhirnya saya bermain di Opera Van Java,” ungkap Aziz.

Meski mulai kerap tampil di televisi, hidup Aziz belum juga sampai di jalan datar. Untuk menutupi kekurangan biaya rumah, ia kadang-kadang pinjam uang ke sana ke mari.

“Istri menyuruh saya untuk bekerja di luar melawak. Setiap hari saya terpaksa keluar rumah pamit untuk bekerja, dan pulang bawa uang saya bilang kalau uang itu hasil kerja. Padahal hasil minjam sana-sini. Saat itu tawaran manggung memang sedang sepi,” kenangnya.

Opera Van Java rupanya membawa keberuntungan bagi Aziz. Awalnya ia bukanlah pemain utama dalam komedi yang dimainkan Parto, Sule, Andre ‘Stingki’, dan Nunung tersebut. Ketika itu dirinya hanya mendapat tawaran sebagai bintang tamu. Namun demikian semua itu tidak menyurutkan semangat Aziz untuk terus berkiprah di dunia lawak. “Ternyata rezeki saya di sini (Overa Van Java) sampai akhirnya saya dikontrak. Dan di sini pula saya mulai dikenal orang,” lanjutnya.

Kini Aziz sudah banyak dikenal orang lantaran aksi lucunya dalam komedi Opera Van Java. Tawaran menjadi bintang tamu pun dengan mudah menghampirinya. “Alhamdulilah, dari yang mengutang sana sini sama saudara, sekarang saya sudah bisa membantu saudara saya. Dari yang tidak punya apa-apa sampai bisa membangun rumah dan bisa menyumbang,” katanya.

Sayang, cita-citanya untuk bisa membahagiakan ibu kurang berhasil. Pasalnya, di tengah kesuksesan yang diraih, sang ibu justru meninggal dunia. “Baru tiga hari menempati rumah yang baru saya bangun, ibu meninggal. Tapi paling tidak saya sudah membahagiakan beliau walau hanya sebentar,” katanya.

Berlakon gagap ternyata bukan tanpa tantangan bagi Aziz. Pasalnya, sebelum dirinya berlakon gagap, sudah ada terlebih dahulu seniornya di dunia lawak yang juga berlakon gagap, yakni Nur ‘Tompel’.

Dikatakan, tidak mudah memang ngomong gagap. Dengan ngomong gagap ia sering merasa tenggorokan kering. Tapi itu harus tetap dijalaninya demi sebuah peran. “Wah waktu awalnya saya merasa haus terus karena tenggorokan kering saat memerankan tokoh gagap. Tapi karena diimbangi dengan uang yang didapat, mau nggak mau semua itu harus dijalani. Sekarang ini sudah terbiasa,” paparnya.

Kini setelah sukses di dunia lawak, Aziz pun ingin memanfaatkan aji mumpung seperti kebanyakan artis lainnya. Industri musik akhirnya dilirik Aziz. Lewat tangan dingin temannya yang bukan dari kalangan musisi terkenal, ia berhasil melahirkan dua single yang dalam waktu dekat akan dirilis. “Ingin aja gitu mencoba, bagaimana ya kalau menyanyi dengan suara gagap, kan belum ada. Single-nya sudah jadi, judulnya Bolong Lagi dan Putus,” ungkapnya.

Eloknya di tengah popularitas sedang ada di puncak, Aziz tidak terlena dan lupa diri. Aziz ingin saat menginjak usia 40, dirinya ingin berhenti dari dunia lawak dan menikmati hidup dengan tenang. Sampai saat ini, Aziz merasa sudah cukup apa yang didapatkannya. Ia tidak ingin berlebihan.

 


ARTIKEL TERKAIT